Arsip untuk ‘Puisi’ Kategori

23 Oktober yang tragis…

Posted: Oktober 28, 2010 in Puisi

Sakit… Betapa sakit menghunusku… Lenyapkan hasrat lalu… Tanpa ada cinta… Tak ada hati… Hancur… Hancur berserakan perihku… Ku bakar semua mimpi… Saat mata ini… Bertemu kamu terpeluk… Oleh Adam selain aku… Aku teraniaya… Padahal kamu… Kamu adalah gadis yang kutunggu… Untuk kuambil hatimu… Menjadi Arjunamu… Tapi ternyata… Kau hilangkan mimpi dan tujuan awal… Kau menghancurkan [...]

“J”

Posted: Oktober 28, 2010 in Puisi

Perahu cinta tlah ditambatkan… Menuju jatuh cinta terindah… Anugerah Sang Raja Cinta… Mata-mata ini… Terlanjur menembus senyummy… Menajamkan sudut hati… Merajam perihnya sakit masa lalu… Yang menyudahi impian dulu… Dan karena senyummu… Dan renyah lembut tawamu… Menyadarkan hati… Inilah yang dinamai jatuh cinta… Yang terbuat dari setiap meter bibirmu… Menyungging meliputi hatimu… Dan rasa sukamu… [...]

KUTUNGGU JOMBLOMU

Posted: Oktober 19, 2010 in Puisi
Tag:

Terkadang aku berpikir… Apa dia akan memberikan tempatnya untukku… Jika ternyata dia sudah memberikan kepada sesosok Adam yang lain… Yang kini resmi jadi pangeran hatinya… Kau pikir aku akan berhenti… Menyerah begitu saja… Aku akan membuktikan bahwa akulah yang paling baik diantara yang terbaik… Bukan sekedar lelaki biasa… Aku memang tak punya apa… Aku tak [...]

Ada cinta dalam mata ketigamu…

Posted: Oktober 19, 2010 in Puisi
Tag:

Usah berpura-pura… Atau membuang matamu… Aku tahu bohong itu dosa… Tapi telah kau rubah menjadi indah… Andai kamu punya tiga buah mata… Mungkin mau tak mau… Ketaksengajaan kan tercipta… Ketaksengajaan terindah… Di saat melirikku… Penuh dalam… Usah malu… Apalagi takut ‘tuk ungkapkan… Bicaralah… Keluarkan suaramu… Katakan bahwa kau mencintaiku… Kelas Sejarah, 30-09-10

Keangkuhan ini… Telah taklukkan hatimu… Luluhkan jiwa… Amankan diri… Membujukmu dalam indahnya… Kesombongan yang butakan cinta… Sadarku, telah mencabikmu… Runtuhkan candi di palung jantungmu… Yang sempat mematri asa… Dan rasa bahagia… Yang akhirnya menjadi air mata… Serta ribuan luka… Aku bukan orang sempurna… Bukanlah Sang Pagi… Apalagi keabadian… Yang menggembirakan dirimu… Menghadirkan asmara… Seindah rupa [...]